Postingan Lucu

Mei 24, 2012

Pingin banget euy nulis postingan lucu, tapi ga ada ide yang lucu. Apa ya… *mikir*
Ah.. ternyata setelah mikir kesana kemari mencari alamat, tetep aja ga ketemu ide. Ya udah… biarin aja… Yang penting dikasih judul postingan lucu, udah jadi postingan lucu kok.  Mau lucu ga lucu, pokoknya udah jadi postingan lucu… setidaknya judulnya. hehe…

Kemarin liat sebuah status bunyinya gini:
“Menjadi orang lucu adalah keputusan terbesar dalam hidup saya setelah gagal menjadi pria tampan”. Ngakak saya bacanya. Tapi klo dipikir-pikir bener juga ya… Soalnya kalo jadi orang tampan banyak saingannya, artis-artis pada cakep-cakep. Mau jadi orang pinter, kok ya berat banget otak ini mikirnya. Mau jadi orang kaya, ga ada modal. Mau nglucu ternyata susah. Trs mau apa coba?  *lunglai


Sebuah Kisah Tentang Bintang Kejora

April 23, 2012

Dalam hening ku terdiam tanpa kata
Melihat datangnya satu bintang kejora
Sukacita sanubari menyambutnya
Terukir harap kan jadi penerang jiwa

Tak tau kenapa diri terus bertanya
Betulkah ini sang bintang kejora
Penyinar jiwa dengan cahaya
Satu tanya yang tak terjumpa jawabnya

Terjawab tanya saat mentari mengintip dari seberang
Pertanda pagi telah menjelang
Terharap sang bintang kan tetap benderang
Menyinari bumi nan luas membentang

Tapi sinar bintangku terhalang rintang
Mentari datang tak mampu menghadang
Tak kuasa terang dalam siang
Terdiam tanpa kata penentang

Biarlah kunanti lain bintang
Yang bersama mentari saling sayang
Dan cahaya berdua tak saling hilang
Demi sambut hari depan yang kan selalu terkenang


Dengan siapa kita bergaul?

April 17, 2012

يُوْسُفُ بْنُ الْحُسَيْنِ قَالَ: قُلْتُ لِذِي النُّوْنِ فِيْ وَقْتِ مُفَارَقَتِيْ لَهُ : مَنْ أُجَالِسُ؟ قَالَ: عَلَيْكَ بِصُحْبَةِ مَن تُذَكِّرُكَ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ رُؤْيَتُهُ، وَتَقَعُ هَيْبَتُهُ عَلىَ بَاطِنِكَ، وَيَزِيْدُ فِيْ عَمَلِكَ مَنْطِقُهُ، وَيُزْهِدُكَ فِي الدُّنْيَا عَمَلُهُ، وَلَا تَعْصِي اللهَ مَا دُمْتَ فِيْ قُرْبِهِ، يَعِظُكَ بِلِسَانِ فِعْلِهِ، وَلَا يَعِظُكَ بِلِسَانِ قَوْلِهِ.

Yusuf bin Husain berkata, Aku bertanya kepada Dzun Nun ketika ingin berpisah dengan beliau, “Dengan siapa aku musti bergaul?” beliau menjawab, “Hendaknya kamu bergaul dengan orang yang hanya dengan melihatnya sudah mengingatkanmu kepada Allah Azza wa Jalla, kewibawaannya membekas di dalam hatimu, ucapannya menambah motivasimu dalam beramal, amalnya membuatmu zuhud di dunia, dan kamu tidak bermaksiat kepada Allah selama kamu berada di dekatnya. Dia menasehatimu dengan perbuatan, tidak dengan perkataan.”

(Shifatush Shafwah 4/316 karya Ibnul Qayyim Al Jauziyah)


Mulai dari NOL ya Pak? :)

April 17, 2012

Alhamdulillah, telah melewati satu hari kemarin. Hari dimana yang aku takutkan telah terjadi. Terjadi lagi, terjadi lagi dan terjadi lagi :–(. Untuk kesekian kalinya…. Sedih? aku tidak tau. Aku bahkan sampai tidak tahu bagaimana cara yang benar untuk mengekspresikannya, padahal aku merasa aku orang yang ekspresif.

Astaghfirullaah…
Ampuni hambaMu ya Allaah… aku mohon ampun. Aku takut… sangat takut. Engkau beri aku kehormatan dihadapan manusia, Engkau beri aku rizqi yang melimpah, Engkau beri aku fisik yang sempurna, Engkau beri aku ilmu yang cukup untuk mengarungi samudera kehidupan. Seandainya Engkau bukan Sang Maha Pemurah, tentu aku malu dan tak akan sanggup memohon lagi. Seandainya Engkau bukan Sang Maha Pemberi, tentu hambaMu ini tidak akan punya muka lagi untuk meminta lebih. Engkau telah memberi segalanya… segalanya. Lebih dari yang aku mohonkan di masa lampau. Alhamdulillah segala puji untukMu, Sang Maha Pemurah… selalu terbuka bagiku untuk meminta lebih kepadaMu.

Ya Allah, aku mohon kepadaMU, jadikan ini sebagai yang terakhir. Cukup sampai disini. Aku tidak tau apakah aku masih punya kekuatan untuk menahan lagi. Aku takut peristiwa-peristiwa seperti ini membuatku semakin jauh dariMu. Idealisme yang semakin lama semakin terkikis. Aku takut semakin jauh. Aku benar-benar takut. Engkau tau tidak ada lagi tempat hambaMu bergantung. Tidak ada lagi dan tidak akan pernah ada. Hanya kepadaMU. HambaMu sadar, belum mampu menjadi seorang hamba ideal untukMu… tapi aku takut menjauh. Maafkan hambaMu, ampuni hambaMu ya Rabb.

Aku tidak tau kebaikan apa yang aku tunjukkan kepadaMu agar do’aku Engkau terima. Aku malu karena lebih banyak dosa. Dibandingkan hambaMu yang lain, aku tau tidak punya bargaining power untuk meminta lebih. Tapi tetap aku panjatkan untukMu sebuah do’a. Do’a yang tidak berhenti untuk dipanjatkan. Aku mohon kabulkanlah… kabulkanlah… kabulkanlah… Engkau adalah sebaik-baik pengabul permohonan. Aamiin. Aamiin ya Rabbal ‘Alaamiin.

Rabbiy laa tadzarni wa anta khairul warisin

Rabbiy habliy milladunka dzurriyyatan thayyibatan innaka sami’ud du’a

Rabbiy habliy milladunka zaujatan shalihatan innaka sami’ud du’a

Rabbiy taqabbal du’aanaa.. taqabbal… taqabbal… taqabbal… innaka laa tuhliful mi’ad

Bismillaah. Mari kita mulai dari NOL… GANBATTE!


Al Kahfi 1-13

Februari 24, 2012

Coba niru gayanya mishary :)


Download


Ilalang

Februari 12, 2012

Hai ilalang yang bergoyang
Kutanya padamu tentang hati yang tak tenang
Dikelilingi resah dan rasa bimbang
Menunggu bintang yang tak jua datang

Hai ilalang yang bergoyang
Sampaikan padanya tuk segera datang
Berikan sinar yang terang
Pada malam-malam yang kan menjelang

Tapi… kau hanyalah ilalang
Yang hanya mampu bergoyang
Tiada mungkin kau bisa bilang
Tentang hati yang tak tenang


Mengapa?

Januari 4, 2012

Ini pertanyaan yang paling sulit untuk dijawab. Yah… setidaknya untukku hari ini. Ternyata memang ada orang yang begitu tega. Merendahkan kita, tidak punya respek, egois, merasa diri telah bertindak benar untuk segala hal. Kata-katanya manis diawal, untuk meraih hati dan simpati kita di saat jiwa kita rapuh tetapi tujuannya hanya membuat kita semakin jatuh dan rapuh.

Tapi tak apalah, memang kita membutuhkan orang2 yang tega semacam ini agar dunia bervariasi. Kalau semua orang baik, dunia memang menjadi tidak lucu. Orang-orang konyol, pengecut memang kita butuhkan agar dunia menjadi berwarna. Hanya saja, aku tetap benci dengan cecunguk-cecunguk pengecut.


REPOST: Sekelumit tentang Puasa Muharram (Tasu’a dan ‘Asyura)

Desember 4, 2011
Insya Allah hari ini kita telah memasuki hari ke-8 bulan Muharram. Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang memiliki keistimewaan bila dibandingkan dengan bulan-bulan yang lain. Pada bulan Muharram ini kita disyari’atkan untuk berpuasa pada hari ke-9 dan ke-10. Puasa pada hari ke-9 biasa disebut Puasa Tasu’a -berasal dari kata tis’ah yang artinya 9 sedangkan puasa pada hari ke-10 biasa disebut dengan puasa ‘Asyura -berasal dari kata ‘asyara yang artinya 10. Keduanya insya Allah jatuh pada hari Senin-Selasa, 5-6 Desember 2011. Oleh karena itu saya mengajak diri saya sendiri beserta kawan-kawan semua untuk menjemput keutamaan di bulan Muharram yang semoga kita bisa mendapatkannya.

 قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ المَدِيْنَةَ فَرَأَى اليَهُوْدَ تَصُوْمُ يَوْمَ عَاشُوْرَاء فَقَالَ:ماَ هَذَا؟ قَالُوْا هَذَا يَوْمٌ صَالِحٌ هَذَا يَوْمٌ نَجَّى اللهُ بَنِيْ إِسْرَائِيْلَ مِنْ عَدُوِّهِمْ فَصَامَهُ مُوْسَى. قَالَ: فَأَناَ أَحَقُّ بِمُوْسَى مِنْكُمْ. فَصَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ

Ibnu Abbas radiyallahu ‘anhu berkata: “Tatkala Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam datang ke Madinah beliau melihat orang-orang Yahudi melakukan puasa di hari ‘Asyura. Beliau Shallallahu ‘alaihi wassalam bertanya, “Hari apa ini?”. Orang-orang Yahudi menjawab, “Ini adalah hari baik, pada hari ini Allah selamatkan Bani Israil dari musuhnya, maka Musa ‘alaihissalam berpuasa pada hari ini. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, “Saya lebih berhak mengikuti Musa dari kalian (kaum Yahudi). Maka beliau berpuasa pada hari itu dan memerintahkan ummatnya untuk melakukannya”. (HR Bukhari No 1900).

عن ابن عباس رَضِيَ اللَّهُ عَنهُ أن رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّم صام يوم عاشوراء وأمر بصيامه. مُتَّفّقٌ عَلَيهِ

Dari Ibnu Abbas -radhiyallahu ‘anhu-, “Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berpuasa pada hari ‘Asyura dan memerintahkan untuk berpuasa padanya”. (Muttafaqun ‘Alaih)

وعن ابن عباس رَضِيَ اللَّهُ عَنهُما قال، قال رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّم: ((لئن بقيت إلى قابل لأصومن التاسع)) رَوَاهُ مُسلِمٌ

Dari Ibnu Abbas -radhiyallahu ‘anhu- beliau berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apabila (usia)ku sampai tahun depan, maka aku akan berpuasa pada (hari) kesembilan” (HR. Muslim).

Keutamaan Puasa Tasu’a dan ‘Asyura

Berikut ini saya kutipkan dari Kitab Riyadhus Shalihin Karya Imam Nawawi -Rahimahullah- tentang keutamaan berpuasa Tasu’a dan Puasa ‘Asyura.
1. Puasa bulan Muharram adalah puasa yang paling utama puasa Ramadhan.
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله : أفضل الصيام بعد شهر رمضان شهر الله الذي تدعونه المحرم، وأفضل الصلاة بعد الفريضة قيام الليل .رواه مسلم
Dari Abu Hurairah -radhiyallahu ‘anhu-, dia berkata: Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda: “Sebaik-baik puasa setelah Ramadhan adalah puasa bulan Muharram, dan sebaik-baik shalat setelah shalat fardhu adalah shalat malam” (HR. Muslim) -Riyadhus Shalihin Bab 225-

2. Puasa ‘Asyura dapat menghapus dosa kecil setahun yang telah lalu.

عن أبي قتادة رضي الله عنه قال : سُئل النبي صلى الله عليه وسلم عن صيام يوم عاشوراء ، فقال : إني أحتسب على الله أن يكفر السنة التي قبله . رواهمسلم
Dari Abu Qatadah -radhiyallahu ‘anhu- Rasululllah pernah ditanya tentang puasa hari ‘asyura, beliau bersabda: “Saya berharap ia bisa menghapuskan dosa-dosa satu tahun yang telah lewat” (HR. Muslim). -Riyadhus Shalihin Bab 226-
Demikian, semoga bermanfaat.

Untitled

November 28, 2011

Sedih juga melewati hari ini dan mengetahui banyak target tidak terrealisasi. Semoga lain kali lebih beruntung. Ganbatte!


ONH Reguler vs ONH Plus

September 18, 2011

Sudah kita ketahui bersama bahwa ibadah haji adalah satu dari 5 pondasi utama keIslaman, atau yang sering kita sebut dengan rukun Islam.  Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam sbb:

عَنِ ابْنِ عُمَرَ – رضى الله عنهما – قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – « بُنِىَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ ، وَالْحَجِّ ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ » .

Dari Ibnu Umar radhiyallahu anhu, (dia) berkata (bahwasanya) Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: “Islam dibangun di atas lima dasar: bersaksi bahwa tidak ada ilah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, membayar zakat, menunaikan ibadah haji, dan puasa Ramadhan” (HR Bukhari-Muslim).

Oleh karena itu tidaklah lengkap keIslaman seseorang sebelum menunaikan ibadah haji. Dan bagi seorang Muslim yang mampu, baik mampu secara fisik maupun mampu secara finansial, maka jatuhlah kewajiban untuk menunaikannya. Terdorong dari rasa bahwa kewajiban telah jatuh untuk saya, lebaran ini saya mencoba  mencari-cari informasi terkait pendaftaran ibadah haji. Sebenarnya, merasa punya kewajiban sudah sejak 2-3 tahun yang lalu tapi karena ingin mendahulukan kewajiban yang lain, sehingga saya menunda-nunda untuk melakukan action yang konkrit. Dan qadarullah, hingga saat ini justru dua-duanya malah belum terwujud. Astaghfirullaah… ampuni hambaMu ya Allah. Dan tahun ini saya bertekad untuk tidak menunda melakukan tindakan konkrit agar memiliki jawaban di hadapan Allah ketika maut menjemput sebelum terlaksana kewajiban.

Setelah mencari-cari info, ternyata informasi yang saya dapatkan justru membuat saya tercengang. Betapa tidak, untuk pendaftar haji reguler saat ini di Ponorogo baru bisa berangkat tahun 2020!. Ditambah lagi untuk  memperoleh kuota haji, kita harus menyetor dahulu sebesar 25jt. Wew…

Ini benar-benar mengerikan bagi saya. Menunggu sampai 2020 bukanlah waktu yang sebentar. Belum lagi, biaya yang kita setor akan diam mengendap selama lebih dari 9 tahun. Kalau kita hitung rata-rata inflasi sebesar 10%, maka 25jt kita tidak ada artinya di tahun 2020. Yang ada kita bisa gagal berangkat karena tidak mampu melunasi sebab tahun itu mungkin ONHnya sudah mencapai 70jt. Jelas ini tidak sejalan dengan keinginan saya. Akhirnya saya melirik jalan lain, yaitu ONH Plus.

Sejujurnya, sebenarnya saya agak ngeri dengan ONH Plus. Karena namanya saja sudah ONH Plus, tentu saja mahal!. Tapi saya mencoba berpikir jernih dan realistis. Dengan waktu tunggu yang begitu lama, biaya yang kita setor sebagai uang muka tentu akan terdegradasi daya belinya. Ini membuat kita secara finansial akan berat untuk melunasi ketika waktu keberangkatan tiba. Saya mencoba mencari alternatif lain yang lebih cerdas. Alternatif ini lah yang akan saya gunakan.

ONH Plus menawarkan waktu tunggu yang relatif singkat. Biasanya 1 tahun sudah berangkat atau maksimal 2 tahun.  Sedangkan fasilitas lain, saya tidak membahasnya karena memang tidak menarik bagi saya. Dengan demikian, jika kita mampu secara finansial maka kita bisa berangkat dengan cepat. Tetapi yang menjadi kendala adalah kemampuan finansial kita hanya dapat untuk ONH reguler. Bagaimana solusinya?

Solusinya tidak jauh-jauh dari dunia yang saya geluti, yaitu Emas dan Dinar Emas 24k. Saya telah melakukan pengamatan sejak tahun 2000. Disana pergerakan kenaikan ONH cukup masif. Sejak itu hingga sekarang, ONH telah mengalami kenaikan hampir 100%. Sedangkan grafik yang berbeda ditunjukkan oleh emas/Dinar Emas 24k dimana yang terjadi justru sebaliknya. Dari tahun ke tahun semakin sedikit dinar yang dibutuhkan untuk memenuhi pembayaran ONH. Hal ini dapat dilihat di tulisan saya tentang ONH disini.

Saya memposting tulisan tersebut pada tahun 2008, dan diakhir tulisan saya terdapat paragraf sebagai berikut:

Dari gambar tersebut, terlihat dari tahun ke tahun BPIH dalam bentuk rupiah semakin mengalami kenaikan. Sementara jika BPIH dalam bentuk Dinar Emas 24k, semakin turun. Bahkan penurunannya terbilang cukup tajam. Dengan trend seperti itu, bukanlah hal yang mustahil beberapa tahun mendatang kita bisa berangkat naik haji hanya dengan 10 dinar. Amiin…

Dan Alhamdulillah, prediksi saya mendekati kenyataan. Biaya haji reguler saat ini sudah setara dengan 13 Dinar Emas 24 Karat!. Bandingkan dengan tahun 2000 yang setara dengan -+55 Dinar Emas 24 Karat. Belajar dari sini saya mengambil kesimpulan, bahwa jika kita menabung sebesar biaya ONH Reguler saat ini, insya Allah beberapa tahun yang akan datang kita dapat berangkat dengan menggunakan ONH Plus lebih cepat dari keberangkatan ONH Reguler dan secara finansial justru memudahkan saat menghadapi pelunasan.

Berdasarkan studi kasus di Ponorogo, kita akan mengkomparasi antara si A yang mendaftar ONH Reguler dan si B yang menabung terlebih dahulu di Emas / Dinar Emas 24 Karat.
Tahun 2008, Si A mendaftar ONH Reguler (33jt Rupiah) dengan waktu tunggu 8 tahun, maka tahun ini si A belum bisa berangkat  karena baru keberangkatan masih tahun 2016.
Tahun 2008, Si B menabung Dinar Emas 24 Karat sebesar ONH Reguler, yaitu 33jt Rupiah. Maka 33jt Rupiah si B akan menjadi 26 Dinar. Dan Hari ini 26 Dinar sudah setara 62jt, lebih dari cukup untuk mendaftar ONH Plus. Dengan demikian, Si B dapat menjual Dinarnya hari ini kemudian langsung mendaftar ONH Plus dan siap berangkat tahun depan (2012).

Dari simulasi diatas, dapat disimpulkan bahwa si B dapat berangkat lebih cepat 4 tahun daripada si A. Bahkan pada tahun 2016 si A kemungkinan masih akan membayar lagi karena pada waktu itu mungkin ONHnya mencapai 50jt Rupiah sedangkan yang ia setor waktu itu “hanya” 33Jt Rupiah. Berdasarkan teori saya ini, saya memantabkan pilihan, semoga Allah ta’ala meridhai. Dengan mengucapkan Bismillaahirrahmanirrahiim, saya menetapkan hari ini sebagai start, dengan menyisihkan sebesar 25 dinar. Semoga beberapa tahun yang akan datang cukup untuk berangkat 2 orang. Dan tulisan ini sebagai pengingat saya, jika suatu saat 25 dinar telah setara dengan 2 kuota ONH Plus, maka jatuhlah kewajiban kepada saya untuk melakukan pendaftaran.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.