Sebuah Kebetulan?

Oktober 14, 2012

Hari ini tiba-tiba seseorang parkir disebelahku. Yes, You! One who destroy all my life plan. One who when I create life plan, come to destroy it. One who after destroy it, ‘wishy washy’ when I offer a life plan. Very disappointing!.

Setelah beberapa hari yang lalu dirimu yang mendeclare kembali perang yang memang telah terjadi. Kebencian yang ingin kau tanamkan. Hari ini tiba-tiba kau hadir kembali… Jantung berdebar begitu kencang. Belum pernah seperti ini sebelumnya. Hanya bisa kuberi senyuman. Semoga bahagia bersama dengan kebencian yang kau bawa…


Oleh-Oleh IIMS – Mobil-Mobil Berkategori “My First Car”

September 26, 2012

Wuih… Judulnya kayak ahli otomotif yang mau review mobil aja. Hehe… Sekali-sekali lah memberi pendapat tentang field lain… dunia otomotif. Saya memang Software Engineer, tapi boleh kan sekali-kali mengomentari dunia lain? Tapi para mechanical engineer tak perlu kuatir saya saingi. Dalam hal ini saya tidak akan membahas bidang engineering. Saya hanya membahas tentang peluang Agya dan Ayla serta Tata Nano di pasaran otomotif tanah air. Tulisan ini sebenarnya adalah oleh-oleh dari nonton IIMS (Indonesia International Motor Show) yang digelar di JI Expo Kemayoran mulai tanggal 20-30 September 2012.  Saya sendiri datang kesana kemarin (22 September 2012).

Sebenarnya akan ada banyak mobil yang bertarung di segmen “MY FIRST CAR” bertipe city car. Misalnya, KIA yang masih membawa PICANTO sebagai andalannya, kemudian ada Hyundai yang mengusung AVEGA. Sementara Honda memamerkan produk barunya, BRIO. Lalu Chevrolet dengan SPARKnya, sementara Suzuki membawa gacoan SPLASH. Dan yang menarik adalah pendatang baru dari China, yaitu GEELY yang membawa PANDA untuk bertarung di kelas ini dan TATA Motors yang membawa Tata NANO. Selain itu tentu kita juga mengenal merk-merk mobil kelas atas semacam VW, Mercy, BMW, AUDI, dsb. Tapi saya tidak akan membahasnya disini karena meskipun mereka punya andalan di city car, tapi tidak layak masuk kategori “MY FIRST CAR” mengingat harganya sudah lebih dari 200jt-an. Seperti VW yang mengandalkan POLO misalnya. Meskipun bertagline “your first german car” tapi mobil ini harga variant termurahnya sudah dikisaran 250jt. Termasuk juga honda jazz dan yaris yang berharga 200jt-an, juga kita coret dari pembahasan ini.

Oh ya, sampai lupa, masih ada Nissan yang masih dengan MARCH-nya. Sementara Mitsubishi mengeluarkan produk baru-nya yaitu MIRAGE sebagai andalannya. Tampaknya MIRAGE perlu diperhitungkan daya saingnya mengingat mobilnya berharga selevel dengan Honda BRIO, yaitu di harga “cuma” 150jt-an. Namun dari semua yang saya sebutkan diatas, yang paling menarik untuk dibahas adalah yang baru keluar saat ini, yaitu: Honda BRIO, Mitsubishi MIRAGE, Geely PANDA, Toyota AGYA, Daihatsu AYLA, dan Tata NANO. Untuk MARCH, AVEGA, SPLASH, SPARK, dll minggir  dulu aja, soalnya tentang mereka sudah terlalu banyak yang mbahas dan daya saing pasarnya sudah bisa diprediksi yang pastinya tidak akan jauh-jauh dari posisi saat ini. Kita mulai dari Honda.

HONDA BRIO

Honda BRIO sebenarnya bukanlah benar-benar produk baru. Produk ini telah rilis duluan di Thailand dan India. Namun di kedua negara tersebut, BRIO bermesin 1200cc, sedangkan di Indonesia bermesin 1300cc. Sedangkan menilik harganya, mobil ini berada di kisaran 150-170jt. Meskipun harga ini tergolong terjangkau, namun di kelas ini harga BRIO tergolong tinggi. Sebut saja PICANTO dimana yang bertransmisi manual harganya di kisaran 130jt. Hanya saja dengan nama besar Honda di Indonesia, sepertinya Honda BRIO tidak akan sulit bersaing dengan PICANTO, dkk.

MITSUBISHI MIRAGE

Mobil ini dibuat Mitsubishi sehubungan dengan tren sebagai eco-car yang marak belakangan ini. Eco-car mulai jadi perhatian seiring dengan harga minyak dunia yang terus merangkak naik. Mobil MIRAGE ini dibuat di Thailand untuk kemudian di ekspor ke Indonesia. Mengingat kapasitas mesin 1200cc, mobil ini jelas langsung berhadapan dengan Honda BRIO (1300cc) sebagai rival. Dikelas ini ada Suzuki Splash (1200cc), KIA Picanto (1200cc), Daihatsu Sirion (1300cc), Nissan MARCH (1200cc) dsb. Dengan harga sekitar 140jt, tentu bisa jadi nilai plus bagi para pembeli “MY FIRST CAR” daripada BRIO mengingat di segmen ini masih price sensitif.

GEELY PANDA

Di awal tahun 2012 ini, otomotif indonesia dimeriahkan oleh pendatang baru dari China, yaitu Geely. Seperti hal produk China lain, Geely mengedepankan harga yang murah sebagai jurus andalan marketingnya. Saat ini dengan belum terbitnya regulasi LCGC, Panda sudah berani dibanderol dengan harga 98jt. Dengan bermesin 1300cc dan dengan fitur yang sangat banyak, ditambah dengan adanya fitur safety semacam ABS (Anti-lock Braking System) dan EBD (Electronic Brake Force) sudah tergolong mewah dan terlengkap di kelasnya. Jika regulasi LCGC terbit dan bersamaan dengan hebohnya Agya-Ayla yang sudah bersiap menyambar momen duluan, tampaknya tahun depan Panda akan mengusung mesin berkapasitas 1000cc dan tentunya akan berharga lebih murah lagi. Menurut saya, jika Geely masuk ke kelas LCGC semacam Agya-Ayla, mereka bisa mengeluarkan Panda 1000cc di harga 75jt-an atau bahkan kurang. Dengan begitu tentu mereka bisa benar-benar dilirik oleh para pembeli bersegmen “my first car”.

DUET TOYOTA AGYA & DAIHATSU AYLA VS TATA NANO

Kalau mau jujur, sebenarnya ketiga mobil yang dibahas ini (Daihatsu Ayla, Toyota Agya, dan Tata Nano) tidak berada di kelas yang sama dengan 3 mobil diatas. Selain mengusung kapasitas lebih kecil (1000cc kebawah), harga yang dipatok akan memiliki perbedaan yang sangat signifikan. Hal ini disebabkan karena Agya, Ayla merupakan mobil berkategori LCGC (Low Cost Green Car) sebagai bagian dari program pemerintah yang akan memberi insentif khusus berupa pengurangan pajak terhadap mobil yang berkategori LCGC. Namun, hingga kini kebijakan mengenai LCGC belum ditanda tangani oleh pemerintah, dalam arti memang masih simpang siur. Belum tentu ada kebijakan mengenai LCGC ini.

Jika kebijakan mengenai LCGC ini keluar, kemungkinan Honda akan mengeluarkan produk baru, menurut saya ini akan jadi kanibal buat BRIO mengingat Honda telah punya JAZZ di tipe city car. Sementara Nissan MARCH, Mitsubishi MIRAGE, Suzuki SPLASH, KIA PICANTO kemungkinan akan bertransformasi mengikuti regulasi ini mengingat cc digunakan sudah relatif kecil. Dengan adanya insentif ini kemungkinan akan membuat harga mereka menjadi turun diangka 100jtan. Hanya saja ditengah ketidak pastian terkait regulasi ini, ternyata Toyota dan Daihatsu berani merelease produk mereka yaitu AGYA dan AYLA. Dengan asumsi regulasi mengeani LCGC akan keluar dalam waktu dekat, AGYA dan AYLA kemungkinan akan dibandrol sekitar 70-90jt untuk variant paling rendahnya.  Ini tentu sangat jauh dari harga city car murah  lain yang berkisar 130-160jt. Menurut saya, karena konsumen di kelas ini merupakan kelas yang price sensitif, kalau pabrikan lain tidak merevisi harga atau mengeluarkan produk versi LCGC di harga kurang dari 100jtan, maka semua pelanggan di kelas ini akan dihabisi oleh duet Agya-Ayla serta mungkin Tata Nano yang memang sudah murah dari sononya.

Bagaimana Peluang Tata Nano Melawan Pabrikan Lama?
Ini pertanyaan yang menarik untuk di analisa. Menurut saya pribadi, kalau Tata Nano berhadapan langsung di segmen yang sama dengan Agya-Ayla, bisa jadi kalah tanpa perlawanan yang berarti. Kita semua tau nama besar Toyota-Daihatsu yang didukung jaringan marketing, jaringan service, dan jaringan spare part mereka yang telah menggurita di Indonesia. Jangankan Tata Nano yang masih ‘anak bawang’ di Indonesia, KIA, Chevrolet, Nissan dll hingga saat ini masih sulit menembus dominasi pabrikan Jepang di Indonesia. Oleh karena itu, Tata Nano akan bisa berbuat banyak kalau mereka membuat segmen pasar tersendiri yang tanpa saingan. Seperti halnya kisah sukses mereka di India dan Thailand yang menyasar pengguna motor yang ingin beralih ke mobil. Dengan harga 25jt-35jt-an, tentu ini bisa membentuk segmen pasar baru mengingat belum ada  pabrikan yang mengambil pasar ini.

Tapi untuk merealisasikan skenario ini tampaknya mustahil dilakukan. Ini terkait dengan kebijakan yang dikenakan pemerintah terhadap mobil-mobil pabrikan asing. Kalau saya tidak salah, Tata Nano dapat dikenai 4 macem jenis perpajakan/percukaian. Pajak BM (Barang Mewah) sebesar 10%, Pajak Anti Dumping 5%, PPN 10%, dan PPN-BM 30% ( golongan mobil berpenumpang kurang 10 org, kurang dari 1500cc). Dengan asumsi harga dasar 30jt, maka DPPnya adalah 30jt + 10%*30jt + 5%*30jt = 30jt+3jt+1,5jt = 34,5jt. Maka jika ditambah PPN dan PPNBM adalah 34,5jt + 3,45jt+10,35jt = 48,3jt. Jadi prediksi saya, Tata Nano akan keluar dengan harga di sekitaran 50jt-an. Tetapi hitung-hitungan ini belum memperhitungkan aturan LCGC. Jika mendapat diskon atau pengurangan pajak/cukai setara diskon sebesar 50% dari pengenaan PPN-BM, maka Tata Nano bisa dijual dengan harga 45jt-an. Dengan bertarung di harga ini, tentu saja Tata Nano akan tetap punya senjata ampuh untuk mengerungi perang marketing otomotif di Indonesia.

WHICH ONE WILL BE YOUR FIRST CAR?

Untuk saat ini, Agya-Ayla menduduki pole position. Selain menjadi “media-darling” yang membuat popularitas mereka terangkat hingga membumbung tinggi, mereka disokong oleh pabrikan yang telah mapan dan proven di Indonesia. Namun demikian, yang patut dicermati adalah bahwa harga murah yang mereka tawarkan hanya terwujud jika dan hanya jika kebijakan LCGC keluar. Selain itu, jika benar LCGC keluar, pastinya akan diikuti oleh kompetitor lain yang mengeluarkan produk versi LCGC dengan harga yang kemungkinan justru berada dibawah Agya-Ayla. Sedangkan Tata Nano patut untuk dijadikan alternatif lain jika harganya dibawah 60jt. Namun demikian, untuk mendapatkan timbangan yang lebih adil, terutama untuk pabrikan yang belum mengeluarkan produk versi LCGC, sebaiknya anda menunggu kepastian apakah kebijakan mengenai LCGC akan benar-benar keluar atau tidak.


Unbelievable Trips

Juni 20, 2012

2 Minggu belakangan ini benar-benar melakukan pekerjaan dan perjalanan gila. Bagaimana tidak, hanya dalam waktu 2 minggu sudah muter2 pulau jawa sampe benar-benar capek!

Perjalanan pertama dimulai dari serang. Di awal bulan yang tentu saja jadi hari-hari sangat sibuk sudah dimulai dengan performance proses interfacing hasil billing produk wireless yang luar biasa lambat. Setelah solved, pagi buta sudah mendengar berita duka. Paman yang di tinggal di Serang, Banten, meninggal dunia. Pagi itu tanggal 2 Juni langsung cabut ke Serang. Sore harinya langsung balik ke Bandung. Di perjalanan sudah dihebohkan oleh problem interfacing hasil billing produk wireline dan internet yang salah profit center dan business area-nya. Wedew, begitu nyampe di bandung langsung deh ke kantor buat solving. Jadilah malam itu nginep di kantor.

Ternyata, masalah tidak cukup sampai disini. Proses posting untuk kedua produk tersebut tidak kalah lambatnya dengan produk wireless. Kesel jg sih… karena ini akibat dari project yang tidak memiliki visi… sehingga proses-proses operasional jadi terganggu. Hiks. Setelah ini finished? Masih jauh. Semua proses interfacing untuk semua produk ternyata bermasalah, termasuk interfacing untuk billing multimedia, satelit, dll yang tergabung dalam NON POTS, dan juga billing interkoneksi yang terdiri dari 6 work flow. Benar-benar melelahkan… masalah baru kelar tanggal 6 sore setelah lembur terus2an sejak tanggal 2.

Masalah selesai? Ternyata belum. Masih ada proses interface untuk discounting yang ternyata juga bermasalah. Hiks. Benar-benar terlalu… Untuk membereskan ini barulah tanggal 8 bisa bernapas lega. Seharian di tanggal 9 benar-benar FREE. Horreeeey… Luar biasa rasanya.

And the crazy trip begins!
Tapi ternyata ini hanya berlangsung sehari. Tanggal 9 malem sudah kembali berangkat menuju madiun. Tanggal 10 pagi sudah harus ke Surabaya. Siang itu pukul 12:00 dari Surabaya langsung mulai perjalanan menuju Probolinggo. Wew…! Tapi… horreeey… kita jalan2!. Hihi… Setelah menghabiskan malam di Penginapan, pukul 02:00 dini hari sudah dibangunkan untuk persiapan menuju Bromo. Dingiiiin luar biasa. Sesampainya disana, setelah shalat subuh, kita masih sempat untuk melihat sunrise. Subhanallah… pemandangan yang menakjubkan. Lama sekali tidak melihat keindahan sunrise atau sunset sejak meninggalkan Bali 4 tahun yang lalu.

Riding the Horse!
Setelah melihat sunrise, tujuan selanjutnya adalah menuju puncak Bromo. Dari padang pasir ke lereng ternyata masih jauh, padahal badan udah sangat capek. Kebetulan serombongan kayaknya pada capek juga. Hihi… ada salah satu manager yangg langsung mesen kuda tunggangan 6 ekor. Tarifnya 100rb/ekor. Weks! Mahal pisan euy… hampir aja mau cancel. Eh ternyata alhamdulillah dibayarin. hehe… asyiiik. Ya wis, jadilah akhirnya berkuda. Saat berkuda, saya minta mamangnya supaya dilepas aja kudanya. Pingin berkuda sendiri… soalnya klo berkuda dipegangin dimana asyiknya?. Sebelum sampe lereng, saya pacu kudanya…tapi kasihan yang punya kuda, kecapekan lari2 ngejar saya berkuda hihi.

Setelah di lereng, mau tidak mau harus naik pake kaki. Fiuh… ternyata capek pisan euy!. Hanya beberapa saat aja dipuncak, akhirnya kembali ke lereng untuk berkuda lagi. Ah… mumpung dibayarin, dimanfaatin sepuasnya :P Saya pacu kudanya muter-muter kesana kemari sampai puas sebelum dikembalikan ke yang punya. Pagi itu kita langsung menuju penginapan.

Menjelang Siang, kita berangkat ke Sungai Pekalen untuk melanjutkan petualangan. Tujuannya tentu saja rafting. Konon kabarnya disini adalah sungainya paling menantang. Kalau saya pribadi menilai, memang Sungai Pekalen lebih OK dari pada Rafting di Citarik Sukabumi, misalnya. Tapi saya merasa adrenalin masih belum begitu terpacu. hihi… pingin tantangan lebih. Tapi harus diakui, Sungai Pekalen memang menghadirkan suasana yang unik dan menarik. Cukup menghibur… Tapi…. baju, sepatu basah semua!. Klo baju no problem, memang sudah prepare sejak awal. Sepatu nih yang masalah. Harus beli sandal jepit deh. Jadilah sepanjang acara kedepan pake sandal jepit :P

Perjalanan selanjutnya adalah menuju ke Malang. Wew… padahal masih capek :( Sampai di malang, sama tour guide-nya masih di promoin ke Batu Night Square. Bagi yang lain, mungkin masih punya sisa-sisa energi karena tidak “kejar setoran” di awal bulan. Kalau saya udah ga kuat lagi… jadinya saya minta ke supirnya untuk langsung nganter ke Hotel, yang lain silahkan mampir ke BNS.

Di rundown acara, sebenarnya pagi ada acara fun off-road. Tapi ditunggu-tunggu ga ada panggilan. Eh… ternyata saya ketinggalan info, soalnya info ngumpul2nya ternyata di beritau pas temen2 lg di BNS. Walah… ditinggal! Jadilah bengong di tempat sarapan. Eh.. kebetulan disana ketemu sama EO-nya. Kayaknya karena sungkan, akhirnya kita dibawa keliling-keliling kebun untuk wisata petik buah. Hihi… lumayan lah… mengisi kekosongan acara sebelum penutupan. Alhamdulillaah.

Menjelang siang ada acara kuliner sekaligus penutupan. Begitu siap-siap, ternyata dapet perintah dari Bos kalau besok harus menghadiri rapati di Jakarta. Padahal saya sudah terlanjur janjian dengan kakak di Surabaya untuk ambil barang dan barangnya ini sudah saya janjikan juga untuk diberikan di minggu itu. Wedew! It’s impossible to cancel. The other bad news is… SEPATU BASAH!. Kapan njemurnya coba?. Saya putar otak, gimana caranya. Tiket pesawat malem sby-bdg udah habis, adanya Jakarta. Kalau balik ke bandung buat ambil sepatu dulu pake kereta udah ga keburu ke jakartanya, apalagi pake bis malam. Ah, kumaha engke lah… yang penting ke sby dulu. Siang itu tanggal 11 Juni, saya langsung menuju ke Surabaya. Rencananya, kalau bisa ketemu kakak jam 2, sy bisa langsung lanjut pake bis apa saja ke arah Bandung. Ternyata kakak bisanya jam 4:30. Yawda, lgsg jalanin plan B, ke stasiun Gubeng. Mau tidak mau, suka tidak suka, tidak ada waktu lagi ke Bandung, harus langsung ke Jakarta. Setelah ketemuan dengan kakak di sore itu, saya langsung beli tiket KA BIMA jurusan Sby-Jkt. Dan berangkat sore itu juga. Fiuh! benar-benar melelahkan. Tapi masih ada PR, sepatu basah. Di tengah malam perjalanan naik KA, saya ada ide. Sepatu saya taruh di atas Kereta agar mendapat angin yang cukup sambil berharap besok pagi sudah kering. Hihi… lanjuuuut. ternyata hanya dalam waktu 3 jam, sepatu sudah kering! haha… it’s a miracle! :P

Seharian di Jakarta Alhamdulillah, lancar. Tapi baru saja kembali ke bandung, ternyata sudah ada assigment lagi ke Purwakarta! Weleh…


Postingan Lucu

Mei 24, 2012

Pingin banget euy nulis postingan lucu, tapi ga ada ide yang lucu. Apa ya… *mikir*
Ah.. ternyata setelah mikir kesana kemari mencari alamat, tetep aja ga ketemu ide. Ya udah… biarin aja… Yang penting dikasih judul postingan lucu, udah jadi postingan lucu kok.  Mau lucu ga lucu, pokoknya udah jadi postingan lucu… setidaknya judulnya. hehe…

Kemarin liat sebuah status bunyinya gini:
“Menjadi orang lucu adalah keputusan terbesar dalam hidup saya setelah gagal menjadi pria tampan”. Ngakak saya bacanya. Tapi klo dipikir-pikir bener juga ya… Soalnya kalo jadi orang tampan banyak saingannya, artis-artis pada cakep-cakep. Mau jadi orang pinter, kok ya berat banget otak ini mikirnya. Mau jadi orang kaya, ga ada modal. Mau nglucu ternyata susah. Trs mau apa coba?  *lunglai


Sebuah Kisah Tentang Bintang Kejora

April 23, 2012

Dalam hening ku terdiam tanpa kata
Melihat datangnya satu bintang kejora
Sukacita sanubari menyambutnya
Terukir harap kan jadi penerang jiwa

Tak tau kenapa diri terus bertanya
Betulkah ini sang bintang kejora
Penyinar jiwa dengan cahaya
Satu tanya yang tak terjumpa jawabnya

Terjawab tanya saat mentari mengintip dari seberang
Pertanda pagi telah menjelang
Terharap sang bintang kan tetap benderang
Menyinari bumi nan luas membentang

Tapi sinar bintangku terhalang rintang
Mentari datang tak mampu menghadang
Tak kuasa terang dalam siang
Terdiam tanpa kata penentang

Biarlah kunanti lain bintang
Yang bersama mentari saling sayang
Dan cahaya berdua tak saling hilang
Demi sambut hari depan yang kan selalu terkenang


Dengan siapa kita bergaul?

April 17, 2012

يُوْسُفُ بْنُ الْحُسَيْنِ قَالَ: قُلْتُ لِذِي النُّوْنِ فِيْ وَقْتِ مُفَارَقَتِيْ لَهُ : مَنْ أُجَالِسُ؟ قَالَ: عَلَيْكَ بِصُحْبَةِ مَن تُذَكِّرُكَ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ رُؤْيَتُهُ، وَتَقَعُ هَيْبَتُهُ عَلىَ بَاطِنِكَ، وَيَزِيْدُ فِيْ عَمَلِكَ مَنْطِقُهُ، وَيُزْهِدُكَ فِي الدُّنْيَا عَمَلُهُ، وَلَا تَعْصِي اللهَ مَا دُمْتَ فِيْ قُرْبِهِ، يَعِظُكَ بِلِسَانِ فِعْلِهِ، وَلَا يَعِظُكَ بِلِسَانِ قَوْلِهِ.

Yusuf bin Husain berkata, Aku bertanya kepada Dzun Nun ketika ingin berpisah dengan beliau, “Dengan siapa aku musti bergaul?” beliau menjawab, “Hendaknya kamu bergaul dengan orang yang hanya dengan melihatnya sudah mengingatkanmu kepada Allah Azza wa Jalla, kewibawaannya membekas di dalam hatimu, ucapannya menambah motivasimu dalam beramal, amalnya membuatmu zuhud di dunia, dan kamu tidak bermaksiat kepada Allah selama kamu berada di dekatnya. Dia menasehatimu dengan perbuatan, tidak dengan perkataan.”

(Shifatush Shafwah 4/316 karya Ibnul Qayyim Al Jauziyah)


Mulai dari NOL ya Pak? :)

April 17, 2012

Alhamdulillah, telah melewati satu hari kemarin. Hari dimana yang aku takutkan telah terjadi. Terjadi lagi, terjadi lagi dan terjadi lagi :–(. Untuk kesekian kalinya…. Sedih? aku tidak tau. Aku bahkan sampai tidak tahu bagaimana cara yang benar untuk mengekspresikannya, padahal aku merasa aku orang yang ekspresif.

Astaghfirullaah…
Ampuni hambaMu ya Allaah… aku mohon ampun. Aku takut… sangat takut. Engkau beri aku kehormatan dihadapan manusia, Engkau beri aku rizqi yang melimpah, Engkau beri aku fisik yang sempurna, Engkau beri aku ilmu yang cukup untuk mengarungi samudera kehidupan. Seandainya Engkau bukan Sang Maha Pemurah, tentu aku malu dan tak akan sanggup memohon lagi. Seandainya Engkau bukan Sang Maha Pemberi, tentu hambaMu ini tidak akan punya muka lagi untuk meminta lebih. Engkau telah memberi segalanya… segalanya. Lebih dari yang aku mohonkan di masa lampau. Alhamdulillah segala puji untukMu, Sang Maha Pemurah… selalu terbuka bagiku untuk meminta lebih kepadaMu.

Ya Allah, aku mohon kepadaMU, jadikan ini sebagai yang terakhir. Cukup sampai disini. Aku tidak tau apakah aku masih punya kekuatan untuk menahan lagi. Aku takut peristiwa-peristiwa seperti ini membuatku semakin jauh dariMu. Idealisme yang semakin lama semakin terkikis. Aku takut semakin jauh. Aku benar-benar takut. Engkau tau tidak ada lagi tempat hambaMu bergantung. Tidak ada lagi dan tidak akan pernah ada. Hanya kepadaMU. HambaMu sadar, belum mampu menjadi seorang hamba ideal untukMu… tapi aku takut menjauh. Maafkan hambaMu, ampuni hambaMu ya Rabb.

Aku tidak tau kebaikan apa yang aku tunjukkan kepadaMu agar do’aku Engkau terima. Aku malu karena lebih banyak dosa. Dibandingkan hambaMu yang lain, aku tau tidak punya bargaining power untuk meminta lebih. Tapi tetap aku panjatkan untukMu sebuah do’a. Do’a yang tidak berhenti untuk dipanjatkan. Aku mohon kabulkanlah… kabulkanlah… kabulkanlah… Engkau adalah sebaik-baik pengabul permohonan. Aamiin. Aamiin ya Rabbal ‘Alaamiin.

Rabbiy laa tadzarni wa anta khairul warisin

Rabbiy habliy milladunka dzurriyyatan thayyibatan innaka sami’ud du’a

Rabbiy habliy milladunka zaujatan shalihatan innaka sami’ud du’a

Rabbiy taqabbal du’aanaa.. taqabbal… taqabbal… taqabbal… innaka laa tuhliful mi’ad

Bismillaah. Mari kita mulai dari NOL… GANBATTE!


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.