Unbelievable Trips

2 Minggu belakangan ini benar-benar melakukan pekerjaan dan perjalanan gila. Bagaimana tidak, hanya dalam waktu 2 minggu sudah muter2 pulau jawa sampe benar-benar capek!

Perjalanan pertama dimulai dari serang. Di awal bulan yang tentu saja jadi hari-hari sangat sibuk sudah dimulai dengan performance proses interfacing hasil billing produk wireless yang luar biasa lambat. Setelah solved, pagi buta sudah mendengar berita duka. Paman yang di tinggal di Serang, Banten, meninggal dunia. Pagi itu tanggal 2 Juni langsung cabut ke Serang. Sore harinya langsung balik ke Bandung. Di perjalanan sudah dihebohkan oleh problem interfacing hasil billing produk wireline dan internet yang salah profit center dan business area-nya. Wedew, begitu nyampe di bandung langsung deh ke kantor buat solving. Jadilah malam itu nginep di kantor.

Ternyata, masalah tidak cukup sampai disini. Proses posting untuk kedua produk tersebut tidak kalah lambatnya dengan produk wireless. Kesel jg sih… karena ini akibat dari project yang tidak memiliki visi… sehingga proses-proses operasional jadi terganggu. Hiks. Setelah ini finished? Masih jauh. Semua proses interfacing untuk semua produk ternyata bermasalah, termasuk interfacing untuk billing multimedia, satelit, dll yang tergabung dalam NON POTS, dan juga billing interkoneksi yang terdiri dari 6 work flow. Benar-benar melelahkan… masalah baru kelar tanggal 6 sore setelah lembur terus2an sejak tanggal 2.

Masalah selesai? Ternyata belum. Masih ada proses interface untuk discounting yang ternyata juga bermasalah. Hiks. Benar-benar terlalu… Untuk membereskan ini barulah tanggal 8 bisa bernapas lega. Seharian di tanggal 9 benar-benar FREE. Horreeeey… Luar biasa rasanya.

And the crazy trip begins!
Tapi ternyata ini hanya berlangsung sehari. Tanggal 9 malem sudah kembali berangkat menuju madiun. Tanggal 10 pagi sudah harus ke Surabaya. Siang itu pukul 12:00 dari Surabaya langsung mulai perjalanan menuju Probolinggo. Wew…! Tapi… horreeey… kita jalan2!. Hihi… Setelah menghabiskan malam di Penginapan, pukul 02:00 dini hari sudah dibangunkan untuk persiapan menuju Bromo. Dingiiiin luar biasa. Sesampainya disana, setelah shalat subuh, kita masih sempat untuk melihat sunrise. Subhanallah… pemandangan yang menakjubkan. Lama sekali tidak melihat keindahan sunrise atau sunset sejak meninggalkan Bali 4 tahun yang lalu.

Riding the Horse!
Setelah melihat sunrise, tujuan selanjutnya adalah menuju puncak Bromo. Dari padang pasir ke lereng ternyata masih jauh, padahal badan udah sangat capek. Kebetulan serombongan kayaknya pada capek juga. Hihi… ada salah satu manager yangg langsung mesen kuda tunggangan 6 ekor. Tarifnya 100rb/ekor. Weks! Mahal pisan euy… hampir aja mau cancel. Eh ternyata alhamdulillah dibayarin. hehe… asyiiik. Ya wis, jadilah akhirnya berkuda. Saat berkuda, saya minta mamangnya supaya dilepas aja kudanya. Pingin berkuda sendiri… soalnya klo berkuda dipegangin dimana asyiknya?. Sebelum sampe lereng, saya pacu kudanya…tapi kasihan yang punya kuda, kecapekan lari2 ngejar saya berkuda hihi.

Setelah di lereng, mau tidak mau harus naik pake kaki. Fiuh… ternyata capek pisan euy!. Hanya beberapa saat aja dipuncak, akhirnya kembali ke lereng untuk berkuda lagi. Ah… mumpung dibayarin, dimanfaatin sepuasnya😛 Saya pacu kudanya muter-muter kesana kemari sampai puas sebelum dikembalikan ke yang punya. Pagi itu kita langsung menuju penginapan.

Menjelang Siang, kita berangkat ke Sungai Pekalen untuk melanjutkan petualangan. Tujuannya tentu saja rafting. Konon kabarnya disini adalah sungainya paling menantang. Kalau saya pribadi menilai, memang Sungai Pekalen lebih OK dari pada Rafting di Citarik Sukabumi, misalnya. Tapi saya merasa adrenalin masih belum begitu terpacu. hihi… pingin tantangan lebih. Tapi harus diakui, Sungai Pekalen memang menghadirkan suasana yang unik dan menarik. Cukup menghibur… Tapi…. baju, sepatu basah semua!. Klo baju no problem, memang sudah prepare sejak awal. Sepatu nih yang masalah. Harus beli sandal jepit deh. Jadilah sepanjang acara kedepan pake sandal jepit😛

Perjalanan selanjutnya adalah menuju ke Malang. Wew… padahal masih capek😦 Sampai di malang, sama tour guide-nya masih di promoin ke Batu Night Square. Bagi yang lain, mungkin masih punya sisa-sisa energi karena tidak “kejar setoran” di awal bulan. Kalau saya udah ga kuat lagi… jadinya saya minta ke supirnya untuk langsung nganter ke Hotel, yang lain silahkan mampir ke BNS.

Di rundown acara, sebenarnya pagi ada acara fun off-road. Tapi ditunggu-tunggu ga ada panggilan. Eh… ternyata saya ketinggalan info, soalnya info ngumpul2nya ternyata di beritau pas temen2 lg di BNS. Walah… ditinggal! Jadilah bengong di tempat sarapan. Eh.. kebetulan disana ketemu sama EO-nya. Kayaknya karena sungkan, akhirnya kita dibawa keliling-keliling kebun untuk wisata petik buah. Hihi… lumayan lah… mengisi kekosongan acara sebelum penutupan. Alhamdulillaah.

Menjelang siang ada acara kuliner sekaligus penutupan. Begitu siap-siap, ternyata dapet perintah dari Bos kalau besok harus menghadiri rapati di Jakarta. Padahal saya sudah terlanjur janjian dengan kakak di Surabaya untuk ambil barang dan barangnya ini sudah saya janjikan juga untuk diberikan di minggu itu. Wedew! It’s impossible to cancel. The other bad news is… SEPATU BASAH!. Kapan njemurnya coba?. Saya putar otak, gimana caranya. Tiket pesawat malem sby-bdg udah habis, adanya Jakarta. Kalau balik ke bandung buat ambil sepatu dulu pake kereta udah ga keburu ke jakartanya, apalagi pake bis malam. Ah, kumaha engke lah… yang penting ke sby dulu. Siang itu tanggal 11 Juni, saya langsung menuju ke Surabaya. Rencananya, kalau bisa ketemu kakak jam 2, sy bisa langsung lanjut pake bis apa saja ke arah Bandung. Ternyata kakak bisanya jam 4:30. Yawda, lgsg jalanin plan B, ke stasiun Gubeng. Mau tidak mau, suka tidak suka, tidak ada waktu lagi ke Bandung, harus langsung ke Jakarta. Setelah ketemuan dengan kakak di sore itu, saya langsung beli tiket KA BIMA jurusan Sby-Jkt. Dan berangkat sore itu juga. Fiuh! benar-benar melelahkan. Tapi masih ada PR, sepatu basah. Di tengah malam perjalanan naik KA, saya ada ide. Sepatu saya taruh di atas Kereta agar mendapat angin yang cukup sambil berharap besok pagi sudah kering. Hihi… lanjuuuut. ternyata hanya dalam waktu 3 jam, sepatu sudah kering! haha… it’s a miracle!😛

Seharian di Jakarta Alhamdulillah, lancar. Tapi baru saja kembali ke bandung, ternyata sudah ada assigment lagi ke Purwakarta! Weleh…

3 Balasan ke Unbelievable Trips

  1. aisar novita mengatakan:

    sejak pertama baca postingan ini, rasanya pingin komentar, “jangan lakukan lagi mas purna, karena naik ke atas kereta api saat KA sedang berjalan, sungguh sangat berbahaya. Mas purna kok aneh2 aja. Itu mah bukan PR. Biarlah pake sepatu basah”… skrg, rasanya pingin teriak.. “Jangan lakukan mas purna! jangan!”.. Knp ga di ungkapkan yaa.. Pdhl terakhir sms mas purna tgl 15 oktober. Hiks.. Do’a ku berikan untukmu malaikat..

  2. Maxgrosir mengatakan:

    wahhh mantep sekali, tuh,

  3. Istanamurah mengatakan:

    enak jalan jalan tapi nampaknya akan capek kalo istrirahatnya kurang pak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: