Mulai dari NOL ya Pak? :)

Alhamdulillah, telah melewati satu hari kemarin. Hari dimana yang aku takutkan telah terjadi. Terjadi lagi, terjadi lagi dan terjadi lagi :–(. Untuk kesekian kalinya…. Sedih? aku tidak tau. Aku bahkan sampai tidak tahu bagaimana cara yang benar untuk mengekspresikannya, padahal aku merasa aku orang yang ekspresif.

Astaghfirullaah…
Ampuni hambaMu ya Allaah… aku mohon ampun. Aku takut… sangat takut. Engkau beri aku kehormatan dihadapan manusia, Engkau beri aku rizqi yang melimpah, Engkau beri aku fisik yang sempurna, Engkau beri aku ilmu yang cukup untuk mengarungi samudera kehidupan. Seandainya Engkau bukan Sang Maha Pemurah, tentu aku malu dan tak akan sanggup memohon lagi. Seandainya Engkau bukan Sang Maha Pemberi, tentu hambaMu ini tidak akan punya muka lagi untuk meminta lebih. Engkau telah memberi segalanya… segalanya. Lebih dari yang aku mohonkan di masa lampau. Alhamdulillah segala puji untukMu, Sang Maha Pemurah… selalu terbuka bagiku untuk meminta lebih kepadaMu.

Ya Allah, aku mohon kepadaMU, jadikan ini sebagai yang terakhir. Cukup sampai disini. Aku tidak tau apakah aku masih punya kekuatan untuk menahan lagi. Aku takut peristiwa-peristiwa seperti ini membuatku semakin jauh dariMu. Idealisme yang semakin lama semakin terkikis. Aku takut semakin jauh. Aku benar-benar takut. Engkau tau tidak ada lagi tempat hambaMu bergantung. Tidak ada lagi dan tidak akan pernah ada. Hanya kepadaMU. HambaMu sadar, belum mampu menjadi seorang hamba ideal untukMu… tapi aku takut menjauh. Maafkan hambaMu, ampuni hambaMu ya Rabb.

Aku tidak tau kebaikan apa yang aku tunjukkan kepadaMu agar do’aku Engkau terima. Aku malu karena lebih banyak dosa. Dibandingkan hambaMu yang lain, aku tau tidak punya bargaining power untuk meminta lebih. Tapi tetap aku panjatkan untukMu sebuah do’a. Do’a yang tidak berhenti untuk dipanjatkan. Aku mohon kabulkanlah… kabulkanlah… kabulkanlah… Engkau adalah sebaik-baik pengabul permohonan. Aamiin. Aamiin ya Rabbal ‘Alaamiin.

Rabbiy laa tadzarni wa anta khairul warisin

Rabbiy habliy milladunka dzurriyyatan thayyibatan innaka sami’ud du’a

Rabbiy habliy milladunka zaujatan shalihatan innaka sami’ud du’a

Rabbiy taqabbal du’aanaa.. taqabbal… taqabbal… taqabbal… innaka laa tuhliful mi’ad

Bismillaah. Mari kita mulai dari NOL… GANBATTE!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: