Dari Lodaya Ku Mengukir Kata :)

Sudah dua bulan ini rasanya selalu pingin nulis kembali… setelah sekian lama mengundurkan diri dari dunia selebritis wordpress😀

Semenjak ada FB, memang blog ini jadi seperti tidak tersentuh. Pengunjung pun turun drastis. Dimana dulu pas ‘jayanya’ pernah mencapai ribuan hits, sekarang tinggal rata2 25-50 hits saja per hari. Ketika FB muncul dg notes-nya, memang sempat komitmen mau nulis disana, tapi ternyata hanya bertahan beberapa tulisan. Setelah me-release beberapa tulisan, ternyata saya merasakan kurang nyaman menulis di notes. Saya sering berkeinginan menulis curahan hati, tp sy sendiri tidak terlalu suka melihat curahan hati saya terpampang di notes. Tidak tahu kenapa… sy merasa lebih nyaman di WP. Seperti tulisan tidak penting yg sekarang sdg sy tulis ini, aneh rasanya kalau mempostingnya di notes hehe…

Saat menulis ini, sy sedang di kereta EXE 4, 7D. sementara di gerbong belakang ada sahabatku Willy dan adiknya. Banyak anak kecil2 hilir mudik dan lucu2 di kereta ini🙂 bangku 6B, 6C ada 2 anak kecil yg ceria dan kadang-kadang merajuk merengek2. Ini mengingatkanku pada keponakan2 di rumah. Ramai sekali… can not wait to meet them at home. Really miss them. Saya selalu merindukan pelukannya masing-masing. Saya selalu merindukan momen, dimana ketika mereka mendengar paman mereka datang, mereka tidak mau beranjak dari rumah mbah uti. Ini dilakukan semata-mata hanya agar bisa menyambut pertama kali paman yg dicintai dan tentu saja mencintai mereka. Saya bangga… bangga sekali. Sungguh kebahagiaan yang tidak terkira. Sangat bersyukur di karuniai Allah keponakan2 yg lucu2 dan cerdas. Saya hanya dpt berdo’a, semoga Allah Ta’ala menjaga mereka dan mendekatkan mereka kepada AgamaNya. Amiin Yaa Rabbal ‘Alamiin.

Ketika lahir satu keponakan, maka otomatis datang rasa sayang dan cintanya. Baru punya keponakan saja sudah seperti itu… sy membayangkan kalau punya anak sendiri. Tentu lebih dalam cinta dan kasihnya hehe… berarti seperti itu juga orang tua kepada kita. Mereka pasti begitu sayang kepada kita. Berarti sudah sepantasnya kita berbakti atas kasih sayang yang mendalam dari mereka untuk kita. Saya masih ingat cerita ibu, ketika waktu bayi saya “diminta” orang. Waktu itu Ibu sudah memiliki 7 anak, dan saya yg ke 8. Jelas bukan pekerjaan mudah membesarkan 8 anak. Ibu bilang, yang meminta sy orang terhormat, kaya, agamanya bagus, akhlaknya bagus, dan sempat terpikir untuk menyerahkan saya. Tapi ternyata meskipun sudah memiliki 7 anak, tetap saja kasih seorang Ibu tidak dapat dibohongi. Meski berat, ibu dan ayah berkomitmen untuk membesarkan anak-anak mereka sendiri. Saya bangga tetap dipertahankan Ibu dan Ayah. Tanda cinta mereka… untuk saya. Setiap kali ingat ini, saya selalu termotivasi untuk berbakti. Ayah Ibu… aku ingin ridhamu. Aku bangga jadi anakmu.

Yaa Allah, ampunilah aku dan ayah ibuku dan berilah mereka kasih sayangmu untuk mereka, sebagaimana mereka memiliki kasih sayang yang mendalam untukku. Lindungilah mereka, berilah surga untuk mereka. Seumur hidup mereka benar-benar komitmen membela agamaMU, dengan berbagai ujian yang menimpa tetapi tetap komitmen. Berilah surga untuk mereka yaa Allaah. Aku ingin kami tidak hanya bahagia di dunia… tp kami juga ingin berkumpul di surgaMu yaa Allaah. Kabulkanlah yaa Allah Maha Pengabul Do’a.

Satu Balasan ke Dari Lodaya Ku Mengukir Kata :)

  1. bliss24 mengatakan:

    (y)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: