Menjelang Ramadhan

Hari ini adalah tanggal 29 Sya’ban 1432H. Apakah ini hari terakhir bulan sya’ban? May be Yes, May be No.

Beberapa ormas Islam telah menyatakan bahwa hari ini adalah hari terakhir bulan Sya’ban sejak beberapa waktu yang lalu. Tetapi saya sendiri memilih untuk menyerahkan urusan ini kepada pemerintah. Karenanya saya baru menunggu besok setelah para ulama’ bersidang untuk kepastian kapan dimulainya Ramadhan.

Telah jelas dan terang bagi saya, bagaimana metode menentukan tanggal 1 Ramadhan. Saya mencukupkan apa yang telah datang dari Allah dan Rasul-Nya. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُبِّيَ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلاَثِينَ

Artinya: “Bershaumlah berdasarkan ru’yatul hilal dan berharirayalah berdasarkan ru’yatul hilal. Jika terhalangi oleh mendung (atau semisalnya) maka genapkanlah bilangannya menjadi 30 hari.” (HR. Al-Bukhari)

Dalam hadits lain:

لاَ تَصُومُوا حَتَّى تَرَوا الْهِلاَلَ وَلاَ تُفْطِرُوا حَتَّى تَرَوهُ فَإِنْ أُغْمِيَ عَلَيْكُمْ فَاقْدِرُوا لَهُ [متفق عليه]

Artinya: “Janganlah kalian bershaum kecuali setelah melihat hilal (Ramadhan) dan jangan pula berhari raya kecuali setelah melihat hilal (Syawwal). Jika terhalangi, ‘perkirakanlah’ ” (Muttafaq ‘alaihi).

Dengan adanya 2 hadits diatas, telah terang bahwa yang dimaksud “فَاقْدِرُوا لَهُ” bukanlah dengan mengira-ngira kapan, tetapi dengan menggenapkannya menjadi 30. Dan ini jika dan hanya jika bulan terhalangi mendung. Bukan dengan memperkirakan sebelumnya.

Apakah saya meragukan hasil hisab?

Tidak, sama sekali tidak. Sebagai orang yang berkecimpung setiap harinya di bidang teknologi, saya juga punya keyakinan yang sama besarnya akan validitas hasil hisab. Namun demikian, metode dari Nabi telah ditetapkan, tinggal sami’na wa atho’na.

Selain itu yang perlu diingat adalah bahwa validitas ini hanyalah ukuran duniawi, dg berasumsi bahwa alam semesta akan berjalan sesuai hukum alam. Tapi ingatlah kawan, jika Allah berkehendak apa saja bisa terjadi. Bgmn jika Allah menghentikan perputaran bulan selama 4 atau 5 jam untuk menguji keimanan kita terhadapNya?. Tentu bergeserlah hari-hari yang telah diperkirakan sebelumnya. Sungguh kawan, menghentikan perputaran bulan sangatlah mudah bagi Allah. Kun fayakuun. Allah tinggal berfirman “Kun” (Jadi) maka jadilah sesuatu itu karena kehendakNya. Apa yg tidak mungkin dalam alam pikiran kita karena keterbatasan dimensi berpikir, sangat mudah bagi Allah untuk mewujudkannya.

Sekali lagi, saya tidak meragukan ilmu hisab. Tapi kita tidak perlu mendahului kehendak Allah. Allah bisa saja menjadikan besok datang lebih cepat atau lebih lambat. Jika Allah berkehendak, apa saja bisa terjadi untuk menguji keimanan kita terhadapNya. Tinggal sami’na wa atho’na. Islam telah sempurna dan mudah untuk dijalankan. Just take it or leave it.

Baarakallaahu fiik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: