Ikhlas

Kata yang tidak asing bagi kita. Tidak bisa dilihat dan hanya bisa dirasakan oleh pemiliknya. Di sepanjang hidup kita, tentu kita pernah merasakan kekecewaan ataupun ketidak adilan. Terkadang kita dg mudah menerima suatu kekecewaan karena kita turut andil dalam mendatangkan kekecewaan itu. Dan yang sulit adalah ketika kita berbuat yang terbaik tetapi terkadang hasilnya tetap mendatangkan kekecewaan.

Pola pikir orang kebanyakan ini menyebabkan sempitnya hati kita. Sebagai hamba ciptaan Alloh ‘azza wa jalla seharusnya kita siap menerima ketidak adilan, siap menerima kekecewaan meskipun kita telah berusaha yang terbaik. Dunia memang sumber ketidak adilan. Tidak akan pernah ada suatu masa dimana keadilan akan tegak 100% di muka bumi karena dunia memang tercipta seperti ini. Dunia tercipta sebagai lingkungan ujian. Alloh ingin melihat seberapa kuat kita menerima ujian, seberapa kuat kita menerima ketidak adilan. Karena akan ada suatu masa nanti dimana Allah menciptakan suatu lingkungan penuh keadilan. Tidak akan ada timbangan berat sebelah meskipun hanya sepersekian gram. Lingkungan ciptaan Allah yang abadi, terbebas dari dimensi ruang maupun waktu. Dimensi yang tidak akan membelenggu kita di kehidupan itu sebagaimana kehidupan kita di dunia.

Tidak perlu kuatir dg masa depan. Tidak perlu takut dg masa yang telah lalu. Titik beratkan otak untuk masa lalu agar kita dpt mengambil banyak pelajaran. Titik beratkan hati untuk menatap masa depan agar optimisme selalu menghiasi langkah kita. Allah tahu apa yang terbaik. Ketidak adilan yang kita terima pasti akan mendapatkan gantinya jika kita ikhlas menerimanya. Jika kita tidak menerimanya di dunia, maka di akhirat akan menjadi timbangan kebaikan yang berat. Ini hanya akan kita terima jika dan hanya jika kita ikhlas menerimanya.

Bismillahirrahmanirrahiim. Mari hijrah ke jalan Allah, hijrah ke jalan Nabiyullah, hijrah ke jalan para Shahabat Nabi, hijrah ke jalan para ulama’ salafush shalih, hijrah bersama orang-orang yang konsisten bersama mereka. Tentu tidak mudah… tp tidak boleh menyerah🙂

2 Balasan ke Ikhlas

  1. ziin mengatakan:

    rapatkan barisan
    satukan tujuan😀

  2. purna mengatakan:

    emang tujuannya kemana mel?🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: