Ponorogo dalam Banjir


Selama cuti panjang, banyak kejadian menyedihkan yang terjadi di Ponorogo. Yang terbesar adalah banjir yang menimpa kota Reog ini yang konon kabarnya merupakan banjir terbesar yang pernah terjadi di Ponorogo. Diperkirakan puluhan milyar rupiah kerugian yang diderita akibat banjir yang melanda kota Ponorogo kali ini, belum lagi puluhan orang yang hilang tenggelam atau terseret arus banjir yang bahkan hingga tidak diketahui dimana raganya berada.


Alhamdulillah tempat tinggal saya di Ponorogo tidak tersentuh banjir. Namun demikian perasaan duka tetap meliputi keluarga saya karena banyak sanak saudara yang ikut tertimpa musibah banjir ini. Diantaranya adalah nenek saya yang tinggal di Desa Ngunut Babadan rumahnya roboh, Paman yang menjadi tetangga Nenek rumahnya juga tenggelam, Sepupu di daerah yang sama yang barang dagangannya tinggal bernilai tidak lebih dari 1/4 dari semula, Sepupu yang tinggal di Nambangan, Sukorejo juga menderita kerugian yang tidak sedikit akibat rumahnya yang tenggelam, dan masih banyak beberapa sanak saudara yang rumahnya roboh, hasil pertaniannya rusak, dsb.


Datangnya musibah banjir dan tanah longsor yang bersamaan menimpa berbagai daerah di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya mengakibatkan Ponorogo relatif sedikit menimpa bantuan. Hal ini memang pantas dimaklumi karena beberapa daerah seperti Ngawi dan Bojonegoro tertimpa banjir yang lebih besar karena di sana merupakan titik temu antara bengawan madiun yang airnya berasal dari Ponorogo, Madiun, Magetan dan sekitarnya dengan bengawan solo yang berasal dari Solo, Sragen dan sekitarnya.


Meski demikian saya pribadi berharap mohon do’a-nya semoga Ponorogo dapat segera bangkit kembali dan segera dapat mengakhiri kisah sedih ini. Semoga banjir yang pertama kali menimpa Ponorogo ini sekaligus menjadi yang terakhir dan tidak berulang di kemudian masa. Berikut adalah beberapa foto yang sempat saya ambil:


Rumah nenek tinggal kenangan
Bangunan roboh di sekitar jembatan sekayu Ponorogo
Kondisi air didepan rumah

3 Balasan ke Ponorogo dalam Banjir

  1. Agung Ud mengatakan:

    Alhamdulilah, rumah family saya di Ponorogo tidak ada yang terkena banjir, karena memang jauh dari sungai.
    Turut prihatin atas musibah yang menimpa, khususnya family anda yang terkena banjir.

    Tetap semangat dan selalu berprasangka baik kepada Allah, karena semua itu sudah digariskan oleh NYA.

    Agung Ud

  2. masdisi mengatakan:

    alihkan sebagian dana grebeg buat korban bencana..

  3. purna mengatakan:

    @Agung Ud
    Thanks. Tetap semangat!🙂

    @masdisi
    Setuju bos🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: