Mencoba Ngreog di Kebun Raya Bedugul

Kemarin paguyuban Ponorogo di Bali mengadakan acara rekreasi Kebun Raya Bedugul, Bali sekaligus menyambut ulang tahun paguyuban Ponorogo di Bali. Bersama Issa dan Sulthony, kami berangkat dari kantor naik taksi menuju ke rumah salah satu pengurus paguyuban di Padang Sambian, Denpasar. Dari situ kami numpang mobil milik pengurus paguyuban tersebut hingga ke Kebun Raya Bedugul.

Setelah sampai di Kebun Raya Bedugul, kami berbincang-bincang dengan orang-orang Ponorogo yang ternyata beberapa diantaranya masih tetangga sendiri dan teman sekolah😀 . Setelah puas ngobrol, acara formalpun langsung dimulai dengan sambutan-sambutan. Setelah itu pagelaran seni Reog Ponorogo pun ditampilkan. Pagelaran dadakan ini menjadi pusat perhatian para wisatawan yang sedang berkunjung, termasuk beberapa diantaranya adalah para wisatawan mancanegara. Setelah pertunjukan usai acara formal ditutup, dilanjutkan ngobrol ngalor-ngidul lagi. Sepanjang acara itu saya penasaran gimana rasanya ngangkat Reog dan sedikit memainkannya yang konon katanya sangat berat. Rasa penasaran itu akhirnya hilang ketika usai acara saya mendekati Reog untuk mencoba memainkannya.

Nyali saya sempat agak ciut melihat ada yang mencoba memainkan Reog giginya sampe berdarah. Tapi bukan purna namanya kalo nyalinya cuman segitu😀 . Akhirnya saya coba mengangkat Reog itu… Olala… ternyata berhasil… horeee😀 . Memang agak berat, tapi tidak seberat yang saya duga. Menurut perkiraan saya beratnya 30an kg, masih berat gabah yang dulu biasa saya angkat dari sawah waktu masih sekolah. Sebelumnya saya mengira tumpuan utama mengangkat Reog terletak pada gigi, tapi ternyata dugaan saya selama ini keliru. Tumpuan utama reog terletak pada leher dan bahu, sementara gigitan yang dilakukan hanya berfungi sebagai keseimbangan saja. Nah, karena itu saya tidak habis pikir, mengapa orang sebelum saya yang mencoba mengangkat giginya sampe berdarah? apa mungkin dia nggigit terlalu keras?😀

Reog Ponorogo

8 Balasan ke Mencoba Ngreog di Kebun Raya Bedugul

  1. oRiDo mengatakan:

    jd sejak masih sekolah dulu, sering bawa gabah pake gigi yah??
    ckckckc…

    btw..
    foto nya dong..
    belum ke bayang yg namanya ngreog..😀

  2. tayu mengatakan:

    madja…madja…kuat juga nyali kamu..tp, mesti ada photo donk..biar aku bisa liat gimana tuh reog oleng kanan kiri di sangga badan kamu😛

  3. purna mengatakan:

    @oRiDo
    Hehehe.., mbawa gabah mah di kepala dan bahu, sama seperti memanggul reog. Gigitan kan hanya sbg penyeimbang saja.

    @Tayu
    Tau aja klo mbawa reognya oleng :”> he3. Masalah photo gak tau ada apa ga, kalo photo di kebon raya ada.

  4. Onggo Lampard mengatakan:

    0ooooooo ndeso… katrok….
    peace no-offence-just kidding…

  5. galih mengatakan:

    waah… warok ponorogo lek kuru koyo awakmu mosok isik dijenengne warok? wekekekeke….

  6. purna mengatakan:

    @Onggo Drogba
    Dasar ndeso taiwan😀

    @Galih
    Hihihi, emang ga pantes😀
    Sing pantes malah koyo awakmu😀

  7. rahmat_addy mengatakan:

    tempat mangkal wong ponorogo disini:

    http://cahponorogo.theforum.name/

    buat semua warga ponorogo silakan masuk kesini………..

  8. ihza99 mengatakan:

    kami ikut sedih,meskipun lama tinggal disolo tapi hatiku tetep di ponorogo karena aku dilahirkan disana.Alhamdulillah,rumah orangtuaku nggak kebanjiran krn memang jauh dari sungai besar.di solo rumah teman -temanku juga banyak yang kebanjiran,tahun kemarin rumah mertuaku diklaten juga tertimpa musibah.banyak hikmah yang harus dipetik supaya kita lebih bijak,dan ingat ALLOH TA’ALA senatiasa mengkabarkan apa yang telah diperbuat manusia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: