KBK (Kurikulum Berbasis Keimanan)

Ciri-ciri orang yang beriman

Lantunan ayat suci AL-Qur’an oleh Syaikh Mishary Rasyid El Afasy sangat merdu ketika membacakan surat Al-Anfal dan Surat Al-Mu’minuun. Di kedua surat tersebut terdapat suatu tema yang sangat penting bagi kita, karena disitu disebutkan ciri-ciri orang yang sempurna imannya. Pada surat Al-Anfal dijelaskan pada ayat ke-2 sampai ayat ke-4, sedangkan pada surat Al-Mu'minuun dapat ditemui di ayat pertama sampai 11.

Mudah membacanya, mudah mengucapkannya, dan mudah pula mendengarnya. Namun apakah mudah pula mengerjakannya? memang berat, karena yang dapat melakukannya adalah orang yang akan mewarisi surga firdaus. Surga dengan kasta tertinggi, yang tentu saja hanya orang-orang pilihan saja yang bisa masuk. Nah, seperti apa sih orang-orang pilihan itu? Mari kita lihat ciri-cirinya pada surat Al-Anfal dan surat Al-Mu’minuun.

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman (dengan sempurna) ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal” # “(yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka”. (Al-Anfal : 2-3)

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman” # “(yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya” # “dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna” # “dan orang-orang yang menunaikan zakat” # “dan orang-orang yang menjaga kemaluannya” # “kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa” # “Barangsiapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas” # “Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya” # “dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya”. (Al-Mu’minuun : 1-9)

Demikianlah, telah ditunjukkan pada kita bagaimana tanda-tanda orang yang sempurna imannya. Jadi dapat kita simpulkan bahwa orang sempurna imannya itu :

  1. Bergetar hatinya jika disebutkan (sifat-sifat yang mengagungkan dan memuliakan) asma Allah.
  2. Bertambah imannya jika dibacakan ayat-ayat Allah.
  3. Berserah diri.hanya kepada Allah
  4. Mendirikan, memelihara dan menjaga shalatnya.
  5. Menafkahkan sebagian rizki(Shodaqah, Infaq)
  6. Khusyu’ dalam melakukan shalat.
  7. Menghindar dari perbuatan/perkataan yang sia-sia.
  8. Menunaikan Zakat
  9. Menjaga kemaluan sekaligus kehormatannya.
  10. Menjaga amanah dan memenuhi janji.

 

Apa yang akan diperoleh orang yang sempurna imannya?

Orang yang dapat menyempurnakan imannya dengan jalan melaksanakan apa yang diperintah Allah Ta’ala dalam kedua surat tersebut akan diangkat derajatnya, diberi ampunan dan rizki yang mulia. Serta masih ada lagi, yaitu mereka berhak menjadi pewaris abadi surga Firdaus. Seperti disebutkan masing-masing dalam ayat selanjutnya:

“Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezki (nikmat) yang mulia”. (Al-Anfal : 4)

“Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi” # “(yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya”.(Al-Mu’minuun : 10-11)

Memang berat agar menjadi pewaris surga Firdaus, akan tetapi tak ada salahnya jika kita mentargetkan menjadi penghuninya sekaligus ditemani si huurun ‘iin. Setidaknya kalau mentarget demikian, kalaupun meleset, semoga masih disurga meski berada kastanya masih dibawah surga Firdaus. Bahaya kalau hanya mentarget pokoknya nggak dineraka, karena kalau targetnya meleset, kan sulit dapat surga🙂

4 Balasan ke KBK (Kurikulum Berbasis Keimanan)

  1. ngaju_anay mengatakan:

    kata iman dalam Al-qur’an sering di dilanjutkan dengan hajaru, jahadu artinya setelah keimana ada lama diri kita, maka selanjutnya kita harus berhijrah dan berjihad di lannya

  2. Makhfud mengatakan:

    Sayangnya, di akhir zaman ini susah sekali mendapatkan iman. Coba renungkan ciri2 orang beriman di atas. Adakah kita miliki? Rasa-rasanya amat jauh sekali.

    Btw, untuk dapat iman ini kita perlu guru. Para sahabat berguru kepada Rasulullah saw. Para Tabiin berguru dengan para Sahabat. mereka dalah orang2 yang telah Allah jamin keimanannya. Pertanyaannya, siapakah guru kita dalam hal iman ini?

    Menurut saya pertanyaan anda sudah terjawab oleh anda sendiri.🙂
    Kalau sahabat berguru pd Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Salam, Tabi’in berguru pada Sahabat, dan Tabiut Tabi’in beguru Tabi’in, maka seharusnya kita berguru pada orang yang konsisten pada apa-apa yang mereka ajarkan.

  3. LPSA mengatakan:

    Salam Kenal,

  4. purna mengatakan:

    Salam kenal juga🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: