Wahai diri yang dilalaikan dunia
Tak malukah dirimu dibalut dosa
yang tiap darinya diminta tanggung jawabnya
Apakah dirimu menganggap remeh belaka?
Wahai insan yang dilalaikan dunia
Tak malukan dirimu pada Rabb sang pencipta
Pencipta langit dan bumi
Pencipta hidup dan mati
Apakah kau anggap ini tiada arti?
Wahai jiwa yang dilalaikan dunia
Tak takutkah dirimu akan datangnya hari itu
Hari dimana mulut-mulut terkunci
Hari dimana kaki tangan menjadi saksi
Akan setiap dosa yang terbalut dalam diri
Masihkah dirimu tiada perduli?
Kuta, 11 Desember 2007

Desember 11, 2007 pukul 1:21 am |
Dan para darwis memuji akan syairmu yg penuh dengan hikmah
Kepada manusia yg terlalai akan nikmat dan kasih sayangNya
Bisa dijadikan Masnavi baru versi Cak Purna…..
Desember 11, 2007 pukul 1:56 am |
He..he.., ini mah drpd blognya ga diisi aja bos
Desember 16, 2007 pukul 7:10 am |
sebenarnya sih takut… tapi gimana ya ?
Januari 7, 2008 pukul 4:01 am |
Insan yang peduli belum tentu sadar, insan yang inggat akan penciptanya, belum tentu mencintai dan selalu mendekati-Nya.
http://www.sucihida.wordpress.com