Nabi Yusya dan Matahari yang Tertahan (Bagian 2)

Mei 23, 2006

Memikirkan hal tersebut, Nabi Yusya kemudian berdo’a kepada Allah dan mengatakan: “Wahai matahari, sesungguhnya engkau tiadalah beda denganku, yaitu mengikuti perintah Allah. Aku bersujud mengikuti perintahnya. Ya Allah, tahanlah matahari itu untukku agar tidak tebenam dulu.”

Berkat do’a Nabi Yusya, Allah kemudian menahan terbenamnya matahari dan menahan bukan agar tidak menampakkan diri, hingga Nabi Yusya beserta kaumnya berhasil menaklukkan daerah tersebut.

Setelah perang usai, Nabi Yusya dan bala tentaranya mengumpulkan semua harta rampasan di suatu tempat. Tiba-tiba ada kilatan api yang menyambar tapi tidak membakarnya. Seketika Nabi Yusya berkata, “Diantara kalian pasti ada yang berkhianat, yaitu masih menyimpan harta rampasan. Aku harap dari setiap kabilah ada seorang yang bersumpah padaku”.

Kemudian satu persatu mereka datang untuk disumpah. Sampai akhirnya tangan Nabi Yusya lengket pada dua atau tiga orang diantara mereka. “Ternyata kalian yang telah berkhianat”, kata Nabi Yusya. Akhirnya mereka mengeluarkan emas sebesar kepala sapi. Emas lantas diambil oleh Nabi Yusya dan dikumpulkan bersama harta rampasan yang lain pada suatu lapangan. Tiba-tiba kembali ada api yang datang menyambar. Tapi kali ini langsung melahap habis seluruh harta rampasan. Harta rampasan memang tidak pernah dihalalkan pada masa itu. Kemudian Allah menghalalkan harta rampasan pada masa Nabi kita yang mulia Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasalam, karena melihat kelemahan dan ketidakmampuan pengikut Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasalam pada waktu itu.

Setelah itu Nabi Yusya memerintah kaum Bani Israil di Baitul Maqdis setelah kota itu dapat mereka kuasai. Nabi Yusya memerintah sesuai dengan kitab Allah, Taurat, sampai akhir hayatnya. Beliau wafat pada usia 127 tahun. Masa hidupnya setelah wafatnya Nabi Musa adalah 27 Tahun.

taken from Elfata 04/III/2003.


Nabi Yusya dan Matahari yang Tertahan

Mei 16, 2006

——————————————————————————————-

Kisah ini berdasarkan Sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam dari Abu Hurairah, bahwa beliau bersabda: "Sesungguhnya matahari itu tidak pernah tertahan dan tidak terbenam hanya karena seorang manusia, kecuali untuk Yusya. Yakni pada malam-malam dia berjalan di Baitul Maqdis (untuk jihad)." (Hadits Ahmad, sanad sesuai dengan syarat Bukhari)

——————————————————————————————-

Setelah meninggalnya Nabi Musa 'Alaihis Salam, Nabi Yusya bin Nun kemudian membawa Bani Israil keluar dari padang pasir. Mereka semua berjalan tanpa lelah hingga menyeberangi sungai Yordania dan akhirnya sampai di sebuah kota bernama Jerica. Kota Jerica sendiri adalah sebuah kota yang dikelilingi pagar serta memiliki pintu gerbang yang sangat kuat. Bangunan didalamnya juga sangat tinggi-tinggi serta berpenduduk sangat pada. Nabi Yusya dan kaumnya mengepung kota tersebut sampai enam bulan lamanya. Beliau dan kaumnya berniat menyerbu ke dalam. Namun sebelumnya Nabi Yusya berkata kepada Bani Israil, "Tidak boleh ikut bersamaku dalam perang ini seorang laki-laki yang telah berkumpul dengan istrinya dan dari itu ia mengharapkan anak tapi belum mendpatkan. Pun orang yang telah membangun rumah namun atapnya belum selesai juga tidak boleh ikut bersamaku, juga orang yang telah membeli kambing dan unta bunting yang dia tunggu kelahiran anaknya"

Setelah berkata demikian, kemudian dengan diiringi takbir dan suara terompet, beliau bersama kaumnya menyerbu ke arah pagar pembatas kota dan menghancurkannya sehingga berhasil memasuki kota tersebut. Disitu mereka mengambil harta rampasan perang serta membunuh belasan ribu penghuninya. Mereka juga memerangi beberapa raja yang berkuasa di Syam. Kebetulan hari itu bertepatan dengan hari Jum'at. Sampai matahari terbenam peperangan masih tetap berlangsung. Kalau hari Jum'at telah berlalu maka akan datang hari Sabtu. Padahal menurut syariat, pada hari Sabtu tidak boleh berperang.

bersambung…. 


Biography of Syaikh Mishary Rasyid El-Afasy, My Favorite Recitor

Mei 15, 2006

Full Name : Mishary Rashid Ghareeb Mohammed Rashid Al-Afasy
Nationality : Kuwaiti.
Date of Birth : Sunday 11th of Ramadan 1396(H) – 5 September 1976.
Social Status : Married, has two daughters, and he is also nicknamed (Abu Norah).
Studying in : The Islamic University in Medina(KSA), College of the Holy Quran and Islamic Studies.
Major : The ten readings and translation of the holy quran.

Read the quran to:
1. Sheikh Ahmed Abdulaziz Al-Zaiat born in 1325(H)\in the year 1907. Read the whole quran to him Hafs-from-A’sim from Al-Shatebeya.
2. Sheikh Abraham Ali Shahata Al-Samanodei born in 1333(H)\in the year 1915 and who read to him Sheikh Al-Hosiery and Sheikh Mohammad Sadiq Al-Menshawy and Sheikh Mustafa Ishmael and Sheikh Abdulbaset Abduls mad, and he reads to him Fatehat al Kitab and he accepted it, an oral acceptance following the acceptance of his student Sheikh Abulrafea Redwan.
3. Sheikh Abdurarea Radwan born in 1351(H)\in the year 1932 read to him the whole quran Asm-bin-abialnojoud from Al-Shatebya.

And others from Kuwait Egypt and Saudi Arabia.


’bout Palestine

Mei 15, 2006

Ikhwah fillah, membantu kaum muslimin Palestina, baik pemimpin maupun rakyatnya, dapat dilakukan dengan berdoa selain dengan menyumbang harta dan tenaga (jihad fii sabilillah). Doa dapat dilakukan ketika qunut Nazilah ataupun tengah malam ketika sebelum atau sesudah shalat tahajud juga dapat dilakukan di waktu – waktu atau pun tempat tempat yang mustajab. Berikut salah satu nasehat indah yang diberikan oleh Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu murid dari muhadits dan mujadid Syaikh Muhammad Nashiruddin al Albani rahimahullah.

Doa Malam yang Mustajab

Oleh : Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu*

Rasulullah ShallallaHu alaiHi wa sallam bersabda, “Barangsiapa bangun pada malam hari dan berkata,

‘Laa ilaHa illallaHu wahdaHu laa syariikalaH, laHul mulku wa laHul hamdu, yuhyii wa yumiitu biyadiHil khairu, wa Huwa ‘alaa kulli syai-in qadiir, subhaanallaH wal hamdulillaH wa laa ilaHa illallaHu wallaHu akbar, wa laa haula wa laa quwwata illa billaH’

[Tiada ilah kecuali Allah satu- satunya tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nyalah seluruh kerajaan dan seluruh pujian. Dia menghidupkan dan mematikan dengan di tangan-Nyalah segala kebaikan, dan Dia berkuasa atas segala sesuatu. Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah kecuali Allah dan Allah Maha Besar. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan izin Allah]

kemudian dia berkata,

‘Allahummaghfirlii’

[Ya Allah ampunilah aku]

atau dia berdoa, maka akan dikabulkan doanya.

Dan jika dia bangun lalu shalat maka diterimalah shalatnya” (HR. Bukhari 1/387 dan Abu Dawud 4/314)

Aku telah membaca doa ini agar aku sembuh dari sakit kemudian Allah Ta’ala menyembuhkanku. Dan aku membacanya agar pekerjaan – pekerjaan yang melelahkan menjadi mudah, kemudian Allah memudahkannya untukku. Aku menasehatkan kepada seluruh kaum muslimin yang sedang mengalami kesulitan, terutama saudara – saudaraku di Palestina, Afghanistan dan di negeri – negeri muslim lainnya, agar mereka berserah diri kepada Allah Ta’ala dan membaca doa ini, dibarengi dengan usaha sebagai perantara seperti mempersiapkan diri untuk berjihad dengan harta dan senjata.

Dan juga kepada saudara – saudaraku sesama muslim di seluruh dunia agar mereka mendoakan saudara – saudara kita sesama muslim yang terusir dari kampung halaman mereka, semoga Allah Ta’ala menolong dan menguatkan mereka serta mengembalikan mereka ke negeri mereka yang semula, terutama saudara – saudara kita di Palestina. Sebab doa seorang muslim kepada saudaranya secara diam – diam adalah termasuk doa yang mustajab sebagaimana sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda’ ra., bahwasannya Rasulullah ShallallaHu alaiHi wa sallam bersabda,

“Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata ‘aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan’” (Kitab Shahih Muslim no. 2733), terutama doa yang penuh berkah di atas yang telah dicontohkan oleh Rasulullah ShallallaHu alaiHi wa sallam dan yang telah mendatangkan manfaat bagi banyak orang.


Kebaikan itu…

Mei 14, 2006

Abu Nu’aim meriwayatkan bahwa Ali bin Abi Thalib berkata: “Bukanlan kebaikan itu (ketika) harta dan anakmu yang banyak, tetapi kebaikan adalah ilmumu yang banyak, sifat pemurahmu menjadi besar dan engkau gembira beribadah kepada rabbmu. Apabila engkau berbuat baik, maka pujilah Allah, apabila engkau berbuat jelek, maka mohonlah ampun kepada Allah. Tidak ada kebaikan di dunia kecuali bagi salah seorang diantara dua yaitu seseorang yang melakukan dosa lalu ia menopang dosa itu dengan taubat atau seseorang yang bergegas dalam melakukan kebaikan, dan amalan yang bernilai taqwa itu tidak menyusut….”


Telaga Ngebel

Mei 14, 2006

Kalau mau ke ngebel, mampir ke rumah purna ya… :-)  

Telaga Ngebel merupakan salah satu tempat wisata yang menjadi andalan kota Ponorogo, yang terletak kurang lebih 25 km sebelah selatan kota Madiun. Tempat wisata ini merupakan tempat wisata yang sebetulnya cukup bagus untuk dikunjungi karena pemandangannya yang menarik, namun karena pengelolaan manajemen yang tidak optimal menjadikan tempat wisata ini tidak begitu dilirik wisatawan.

Di tempat wisata ini kita dapat melihat sebuah telaga yang dikelilingi dengan hutan yang rimbun dan nampak masih sangat alami, cocok sekali untuk tempat beristirahat dan tempat memancing karena suasananya yang teduh dan tenang sehingga kita dapat menghabiskan waktu liburan atau akhir pekan dengan pergi ke tempat wisata ini

Untuk dapat sampai ke telaga ini kita harus melewati jalanan dengan medan yang cukup sulit karena banyak sekali tikungan tikungan tajam, hal ini wajar karena telaga ngebel memang terdapat di daerah pegunungan sehingga tidak mengherankan bila hawa udara disini juga cukup sejuk.

Banyak tempat untuk berteduh yang disediakan di sini, kita dapat juga beristirahat di pinggir telaga sambil memancing atau mengobrol bersama.

source: http://students.ukdw.ac.id/~22012712/Ponorogo.html 


KBK (Kurikulum Berbasis Keimanan)

Mei 14, 2006

Ciri-ciri orang yang beriman

Lantunan ayat suci AL-Qur’an oleh Syaikh Mishary Rasyid El Afasy sangat merdu ketika membacakan surat Al-Anfal dan Surat Al-Mu’minuun. Di kedua surat tersebut terdapat suatu tema yang sangat penting bagi kita, karena disitu disebutkan ciri-ciri orang yang sempurna imannya. Pada surat Al-Anfal dijelaskan pada ayat ke-2 sampai ayat ke-4, sedangkan pada surat Al-Mu'minuun dapat ditemui di ayat pertama sampai 11.

Mudah membacanya, mudah mengucapkannya, dan mudah pula mendengarnya. Namun apakah mudah pula mengerjakannya? memang berat, karena yang dapat melakukannya adalah orang yang akan mewarisi surga firdaus. Surga dengan kasta tertinggi, yang tentu saja hanya orang-orang pilihan saja yang bisa masuk. Nah, seperti apa sih orang-orang pilihan itu? Mari kita lihat ciri-cirinya pada surat Al-Anfal dan surat Al-Mu’minuun.

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman (dengan sempurna) ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal” # “(yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka”. (Al-Anfal : 2-3)

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman” # “(yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya” # “dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna” # “dan orang-orang yang menunaikan zakat” # “dan orang-orang yang menjaga kemaluannya” # “kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa” # “Barangsiapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas” # “Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya” # “dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya”. (Al-Mu’minuun : 1-9)

Demikianlah, telah ditunjukkan pada kita bagaimana tanda-tanda orang yang sempurna imannya. Jadi dapat kita simpulkan bahwa orang sempurna imannya itu :

  1. Bergetar hatinya jika disebutkan (sifat-sifat yang mengagungkan dan memuliakan) asma Allah.
  2. Bertambah imannya jika dibacakan ayat-ayat Allah.
  3. Berserah diri.hanya kepada Allah
  4. Mendirikan, memelihara dan menjaga shalatnya.
  5. Menafkahkan sebagian rizki(Shodaqah, Infaq)
  6. Khusyu’ dalam melakukan shalat.
  7. Menghindar dari perbuatan/perkataan yang sia-sia.
  8. Menunaikan Zakat
  9. Menjaga kemaluan sekaligus kehormatannya.
  10. Menjaga amanah dan memenuhi janji.

 

Apa yang akan diperoleh orang yang sempurna imannya?

Orang yang dapat menyempurnakan imannya dengan jalan melaksanakan apa yang diperintah Allah Ta’ala dalam kedua surat tersebut akan diangkat derajatnya, diberi ampunan dan rizki yang mulia. Serta masih ada lagi, yaitu mereka berhak menjadi pewaris abadi surga Firdaus. Seperti disebutkan masing-masing dalam ayat selanjutnya:

“Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezki (nikmat) yang mulia”. (Al-Anfal : 4)

“Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi” # “(yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya”.(Al-Mu’minuun : 10-11)

Memang berat agar menjadi pewaris surga Firdaus, akan tetapi tak ada salahnya jika kita mentargetkan menjadi penghuninya sekaligus ditemani si huurun ‘iin. Setidaknya kalau mentarget demikian, kalaupun meleset, semoga masih disurga meski berada kastanya masih dibawah surga Firdaus. Bahaya kalau hanya mentarget pokoknya nggak dineraka, karena kalau targetnya meleset, kan sulit dapat surga :-)


Mengganti Password di ORACLE

Mei 13, 2006

Untuk mengganti password didalam ORACLE, dibutuhkan perintah alter user.

Syntax mengganti password di ORACLE :

alter user [username] identified by [password_baru] replace [password_lama];

contoh:

Jika kita ingin mengganti password dari user purnaatmaja, dan kita ingin menge-set ke password baru purna, sementara password sebelumnya adalah atmaja, maka syntaxnya adalah sebagai berikut:

alter user purnaatmaja identified by purna replace atmaja;


Murottal

Mei 10, 2006

Murottal? hm…, makanan apa itu?

Bagaimana caranya supaya bisa mendengarkan Al-Qur'an sekaligus menikmatinya? Saya yakin anda dapat menebaknya dengan benar. ya, Murottal. Murottal dapat didefinisikan sebagai rekaman suara Al-Qur'an yang dilagukan oleh seorang qori' (pembaca Al-Qur'an). Antara qori' yang satu dengan qori' yang lain memiliki style yang berbeda-beda dalam melagukan ayat-ayat Al-Qur'an yang dibaca. Misalnya, Syaikh Mishary Rasyid El-Fasi, beliau melagukan ayat-ayat Al-Qur’an dengan sangat merdu dengan kecepatan yang agak dilambatkan. Sedangkan, Syaikh Abdur Rahman As Sudais dan Syaikh Su'ud As Shuraim –beliau berdua adalah imam Masjidil Haram Mekkah- melagukan ayat Al-Qur’an dengan penuh penghayatan dan dilakukan tempo yang relative cepat.

Biasanya para pendengar murottal mempunyai recitor favorit, layaknya mendengar bunyi-bunyian yang lain. Diantara recitor yang banyak mendapat ‘penggemar’ antara lain, ketiga syaikh yang saya sebutkan diatas (Syaikh Mishary Rasyid El-Fasi, Syaikh Abdur Rahman As Sudais, Syaikh Su'ud As Shuraim), Syaikh Sa’ad Al-Ghamidy, Qari’ Abdul Basit, Syekh Ali Al-Hudzaify, Hany Ar Rifai, Syeikh Mohammad Al-Mathrud dan masih banyak recitor yang lain. Adapun recitor favorite saya adalah Syaikh Mishary, terutama pada Surat Al-Waqi’ah dan Al-Mu’minun, tetapi untuk Ar-Rahman saya lebih suka Syaikh Al-Ghamidy sedangkan pada Surat Al-Baqarah Syaikh As-Sudais favorit saya. Begitulah, meski secara keseluruhan favorit saya adalah Syaikh Mishary, namun pada surat-surat tertentu, recitor lain lebih menarik bagi saya. Ada juga recitor yang mempunyai suara yang ‘aneh’ seperti Syaikh Abdul Muhsin Al-Qasim (Salah seorang imam Masjid Nabawi), -yang menurut saya tidak begitu merdu- namun kadang kala enak digunakan untuk variasi. The question is: Who is ur favorite recitor?

Mengapa saya mendengarkan murottal tapi kok sulit menikmatinya? Bagitulah kira-kira pertanyaan saya beberapa waktu yang lalu. Jika kita mendengarkan murottal hanya sesekali saja memang sulit untuk menikmatinya, tapi jika membiasakan diri mendengarkan sambil melihat Al-Qur’an dan terjemahannya maka akan terasa nikmatnya mendengarkan murottal. Pilih surat yang sekiranya dapat menyentuh perasaan kita. Kalau menurut saya yang paling pas adalah surat Al-Waqi’ah(56), karena saya benar-benar ‘terbawa’ oleh suara qori’ yang merdu, meski begitu belum tentu anda mempunyai selera yang sama. So, find yours!.

Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari mendengar murottal cukup banyak, antara lain dapat menikmati keindahan Al-Qur’an, berpahala(insya Alloh), lebih mudah menghafal, dapat mempelajari tajwid dengan benar dari ahlinya dengan memperhatikan suara dengan ayat yang dibaca, dan masih banyak manfaat murottal yang lain. Akhir kalam, semoga tulisan ini dapat memberi manfaat bagi pembacanya dan saya ucapkan selamat menikmati keindahan Al-Qur’an lewat murottal.

ur brother,

Purna Atmaja


Hello world!

Mei 10, 2006

Selamat datang di blog saya :-)


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.